Resmi! Ibukota Indonesia Akan Pindah ke Kalimantan. Bagaimanakah Bisnis Bisa Berkembang di Daerah Ini?

 

Secara resmi, Presiden Joko Widodo mengumumkan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi terpilih untuk memindahkan ibukota negara. Lokasi ini berada di antara Balikpapan- kota industri migas dengan komunitas ekspatriat yang cukup besar- dan Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Setelah melalui riset selama kurang lebih tiga tahun, lokasi ini dipilih berdasarkan beberapa faktor pertimbangan seperti titik minimal risiko bencana alam, dekat dengan area perkotaan berkembang, infrastruktur relatif lengkap, serta lokasinya dianggap strategis, terletak di tengah-tengah Indonesia. 

 

 

 

Relokasi ibukota ke Pulau Kalimantan memberikan peluang untuk mengalihkan fokus pembangunan ke bagian lain Indonesia. Keputusan ini akan meningkatkan ekonomi Kalimantan yang terintegrasi dengan pulau-pulau lain. Saat ini, 65% perekonomian nasional didominasi oleh Jawa. Meskipun sebatas pemindahan pusat pemerintahan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan ada banyak peluang bisnis yang bisa digarap para pengembang di ibukota baru mengingat ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang tinggal di kawasan ini dengan total luas lahan mencapai 40.000 hektar.

 

PENGEMBANGAN JARINGAN BISNIS REGIONAL DAN INTERNASIONAL

Dikutip dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, di wilayah ini telah terdapat pengembangan 8 kawasan industri (KI) yang diharapkan menjadi pendukung pengembangan Ibukota baru menjadi smart capital:

  • KI Kariangau dan Buluminung, untuk industri manufaktur
  • KI Kota Samarinda, untuk industri perkayuan, perkapalan, dan jasa
  • KI Bontang, untuk industri migas dan kondensat
  • Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK), untuk pengelolaan kelapa sawit
  • KI Pariwisata Kepulauan Derawan
  • KI Pertanian Panajam Paser Utara dan Paser
  • KI Pertanian Kukar dan Kubar
  • Kawasan Strategis Perbatasan Mahakam Ulu

 

Kawasan Industri Kalimantan Timur

Kawasan Industri Kalimantan Timur

 

 

Indonesia melalui Kalimantan Timur juga telah membangun jaringan bisnis  bersama negara-negara tetangga melalui Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara BIMP-EAGA. Para pelaku usaha diharapkan menjadi motor penggerak kerja sama dimaksud sedangkan pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator. Salah satu isu yang menonjol dalam kerja sama ekonomi sub-regional termasuk BIMP-EAGA adalah konektivitas sub-regional demi mendukung terwujudnya konektivitas regional di wilayah ASEAN sebagaimana yang termaktub dalam ASEAN Master Plan on Connectivity.

Untuk mendukung kanal transportasi lintas daerah di ibukota baru, terdapat Bandara Tjilik Riwut sebagai bandara terbesar di Kalimantan Tengah dan Bandara Internasional Supadio di Kalimantan Barat. Terhitung sejak 28 Maret 2019, Bandara Tjilik Riwut telah beroperasi dengan terminal seluas 29.142 meter persegi dengan kapasitas penumpang 2.200 orang per hari dan sedang menargetkan perpanjangan terminal. Sedangkan Bandara Internasional Supadio kini sedang berfokus pada proyek perpanjangan runway menjadi 2.600 x 45 meter yang ditaksir akan selesai dalam 1,5 tahun ke depan. Perpanjangan ini bertujuan agar bandara dapat melayani penerbangan pesawat seperti Airbus A330, serta melayani direct flight untuk ibadah umrah dan haji.

 

Iklan Wall Sticker Podomoro City di Bandara Kualanamu Medan

Iklan Wall Sticker Podomoro City di Bandara Kualanamu Medan

 

Selain membangun infrastruktur operasional, pengembang bandara juga akan mengembangkan konsep multi airport system sebagaimana telah diimplementasikan oleh Bandara Soetta di Tangerang, Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Kertajati di Malajengka. Fokus utama dari sistem ini ialah mendukung operasional bandara satu sama lain, sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Selain itu, diharapkan sistem ini turut membantu bandara-bandara untuk menyelaraskan rute penerbangan dan membantu pengembangan ibukota baru di Kalimantan secara progresif dan efektif.

Melihat rangkaian rencana pemerintah dan potensi wilayah ini, The Perfect Media optimis ibukota baru akan menjadi lokasi yang sangat menggairahkan bagi bisnis nasional maupun internasional. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang iklan outdoor dan iklan transit bandara, The Perfect Media tengah serius dalam menyusun strategi dan media iklan outdoor terbaik demi membantu bisnis Anda memenangkan persaingan pasar di wilayah utama Indonesia ini. Nantikan update info kami selanjutnya dan bersiaplah memperluas jangkauan bisnis Anda bersama The Perfect Media!

 

 

 

WhatsApp chat Chat Kami Sekarang!