Ilustrasi Statistik. Sumber: Google

Ilustrasi Statistik. Sumber: Google

 

Singapura berhasil merebut kembali posisinya sebagai negara dengan tingkat ekonomi paling kompetitif di dunia, penghargaan yang terakhir kali dimenangkannya pada 2010. Negara tersebut melompat dari posisi ketiga pada tahun lalu ke posisi pertama, menggeser Amerika Serikat yang jatuh ke posisi ketiga. Selama empat tahun sebelumnya, Singapura berada di posisi ketiga atau keempat. IMD World Competitiveness Rankings, yang didirikan pada tahun 1989, memperhitungkan berbagai statistik seperti jumlah pengangguran, PDB dan pengeluaran pemerintah untuk kesehatan dan pendidikan, serta data dari Survei Opini Eksekutif yang mencakup topik-topik seperti kohesi sosial, globalisasi dan korupsi.

Informasi ini dimasukkan ke dalam empat kategori – kinerja ekonomi, infrastruktur, efisiensi pemerintah, dan efisiensi bisnis – untuk memberikan skor akhir bagi masing-masing negara. Wilayah Asia-Pasifik muncul sebagai suar negara berdaya saing tinggi, dengan 11 dari 14 indikator ekonomi terpenuhi untuk meningkatkan atau mempertahankan posisi negara-negara disana, dipimpin oleh Singapura dan Hong Kong di puncak grafik global.

Efek dari kenaikan harga bahan bakar mempengaruhi peringkat, dengan inflasi mengurangi daya saing di beberapa negara. Pendapatan perdagangan yang lebih kuat membantu produsen minyak dan gas seperti Arab Saudi, yang melonjak 13 tempat ke posisi 26, dan Qatar, yang masuk 10 besar untuk pertama kalinya sejak 2013. Uni Emirat Arab, masuk lima besar untuk pertama kalinya. UAE sekarang menempati peringkat pertama secara global untuk efisiensi bisnis, mengungguli ekonomi lain di bidang-bidang seperti produktivitas, transformasi digital dan kewirausahaan.

World Competitiveness Rangkings Report. Sumber: imd.org

World Competitiveness Rangkings Report. Sumber: imd.org

 

Indonesia melompati sebelas anak tangga ke urutan ke-32, menikmati peningkatan terbesar di kawasan ini, berkat peningkatan efisiensi di sektor pemerintah serta peningkatan infrastruktur dan kondisi bisnisnya. Negara Asia selatan dicirikan oleh biaya tenaga kerja terendah dari 63 negara yang diteliti. Thailand, didorong oleh peningkatan investasi asing langsung dan produktivitas, naik lima anak tangga ke posisi 25 pada 2019. Sedangkan Jepang jatuh lima tempat ke posisi ke-30, terhambat oleh ekonomi yang lesu, utang pemerintah, dan lingkungan bisnis yang melemah.

Dapatkan update info-info menarik seputar marketing dan bisnis hanya di www.perfectoutdoormedia.com

WhatsApp chat Chat Kami Sekarang!